Lazismu Sragen Targetkan Rp30 Miliar di 2026, Siap Lakukan Gebrakan Baru Berbasis Data dan Inovasi

Sesi Foto Bersama Acara Rakerda Lazismu Sragen Tahun 2026

Sragen — Lazismu Sragen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang semakin profesional dan berdampak. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026, lembaga ini resmi mencanangkan target penghimpunan sebesar Rp30 miliar, sebuah loncatan optimistis setelah keberhasilan kinerja tahun sebelumnya, sehingga Lazismu Sragen menyiapkan gebrakan baru tahun 2026.

Kegiatan Rakerda berlangsung pada 4 Januari 2026 di Pendopo Bupati Sragen, mengusung tema:
“Orkestrasi ZIS Berbasis Data dan Inovasi: Sinergi Strategis Lazismu Sragen Menuju Layanan Prima dan Dampak Berkelanjutan.”

Acara ini dihadiri oleh tokoh dan pimpinan penting, di antaranya Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.IP., M.A., Direktur Lazismu Pusat Ibnu Tsani, M.Sos., Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CTA, ACPA, CertDA., Ketua PDM Sragen KH. Ali Rosyidi, S.Pd., M.M., jajaran badan pengurus, kepala kantor layanan, dan eksekutif Lazismu Sragen.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan penyampaian penghargaan atas kinerja Lazismu Sragen selama tahun 2025. Setelah itu, peserta mengikuti diskusi bersama terkait rencana kerja, penyusunan rencana strategis (renstra), tata kelola kantor layanan, hingga sesi berbagi pengalaman dan penetapan keputusan Rakerda 2026.

Pada tahun 2025, Lazismu Sragen mencatat capaian mengesankan. Dengan target awal Rp24 miliar, lembaga ini justru berhasil menembus Rp28 miliar. Capaian tersebut di antaranya didorong oleh salah satu kolaborasi sosial antara Pemerintah Daerah Sragen dengan Lazismu Sragen melalui program Kampung Bebas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menyampaikan optimisme bahwa potensi Lazismu Sragen masih sangat besar.

“Pada 2026, Lazismu Sragen berani memasang target Rp30 miliar karena potensinya bisa mencapai Rp50 miliar,” ujarnya.

Memasuki 2026, Lazismu Sragen menyiapkan gebrakan baru. Strategi akan difokuskan pada pemanfaatan data, inovasi, dan teknologi digital untuk memperluas jangkauan, memperkuat transparansi, dan menghadirkan layanan yang lebih cepat serta mudah diakses. Langkah ini diyakini mampu menjangkau audiens baru, khususnya generasi muda dan para donatur digital.

Baca juga Muhammadiyah Sragen Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital untuk Perkuat Tata Kelola Media

Sesi diskusi rencana kerja, renstra, dan tatakelola KL dalam acara Rakerda tahun 2026

Melalui Rakerda ini, Lazismu Sragen menegaskan kembali tujuan utamanya: memastikan bahwa dana ZIS dikelola secara amanah, profesional, dan berdampak berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan target baru dan strategi yang matang, Lazismu Sragen berharap mampu memperluas manfaat, bukan hanya dalam angka penghimpunan, tetapi terutama pada seberapa besar kehidupan mustahik dapat berubah menjadi lebih baik.

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter