Sragen — Menjelang bulan Ramadhan, Lazismu Sragen menggelar Turba (Turun ke Bawah) sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi organisasi dan menyelaraskan program dari tingkat pusat hingga kantor layanan di kecamatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh program Ramadhan dapat berjalan selaras dan berdampak maksimal.
Turba menjadi forum audiensi dan sosialisasi program Lazismu yang dilaksanakan langsung ke kantor-kantor layanan di tingkat kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, Lazismu Sragen menyampaikan program Ramadhan yang telah ditetapkan oleh Lazismu Pusat sekaligus menyelaraskannya dengan program di tingkat wilayah, daerah, dan kantor layanan. Penyelarasan ini dinilai penting untuk menghindari perbedaan pemahaman dan pelaksanaan di lapangan.
Ramadhan dipilih sebagai momentum pelaksanaan turba karena merupakan peak season bagi lembaga LAZ. Oleh karena itu, keseragaman pemahaman program, ketepatan pelaksanaan, serta soliditas antar daerah dengan kantor layanan menjadi faktor penentu keberhasilan program Lazismu selama Ramadhan.
Pelaksanaan turba dilakukan oleh Tim Lazismu Sragen yang terdiri dari Badan Pengurus Lazismu Sragen dan Badan Operasional Manajemen (BOM). Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan dan pengelola kantor layanan, di antaranya PCM, PRM, PCA, MLO, dan PRA di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sragen. Turba dilaksanakan di masing-masing kantor layanan sebagai bagian dari persiapan program tahunan Lazismu.

Dalam turba tersebut, Lazismu Sragen mensosialisasikan sejumlah program unggulan seperti Kado Ramadhan dan pasca-Ramadhan seperti Rendangmu. Selain itu, turut disampaikan kebijakan Lazismu Pusat terkait pengelolaan ZIS satu pintu melalui kantor layanan. Penyeragaman pencatatan keuangan PCM melalui Lazismu juga menjadi perhatian utama sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan sistem ini, pengelolaan dana ZIS tercatat secara resmi, teraudit, dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Selain sosialisasi program, turba juga menjadi ruang musyawarah antara Lazismu daerah dan kantor layanan. Para peserta diberi kesempatan menyampaikan masukan, saran, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Seluruh hasil diskusi dirangkum dan dipetakan untuk ditindaklanjuti berdasarkan skala prioritas. Dalam kesempatan tersebut, Lazismu Sragen juga menyampaikan sosialisasi program KMM sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi umat.
Melalui kegiatan turba ini, Lazismu Sragen berharap terbangun komunikasi yang lebih solid, sinergi program yang kuat, serta kolaborasi yang harmonis antar persyarikatan, sehingga manfaat bagi donatur dan penerima manfaat dapat semakin luas dan berkelanjutan.