SRAGEN – Total penghimpunan pada bulan Ramadan mencapai Rp6,6 Miliar atau setara 129 persen dari target Rp5,1 Miliar yang dicanangkan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh edukasi masyarakat yang masif serta efektivitas kanal penghimpunan ritel dan digital di Bumi Sukowati.
Realisasi dana yang terkumpu dari 18 Februari 2026l hingga 31 Maret 2026 tersebut mencatatkan pertumbuhan yang meningkat drastis dibandingkan tahun lalu. Dari target awal sebesar Rp5,1 Miliar, lembaga ini secara resmi telah melampaui angka yang ditetapkan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah..
“Tercapainya target penghimpunan ini kita yakini bahwa kehendak Allah SWT, kedua karena ikhtiar semuanya dari donatur, penerima manfaat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, amil, dan semua pihak yang selalu bersinergi,” ujar Rizki Arif Hernawan, Manajer Lazismu Sragen. Rizki menegaskan bahwa seluruh elemen telah bekerja keras dalam proses penghimpunan ini.
Faktor Pemicu Kenaikan Zakat di Sragen
Pihak manajemen mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mendorong perbedaan perolehan antar kecamatan. Faktor sejarah keberadaan Muhammadiyah dan militansi warga menjadi fondasi utama kekuatan penghimpunan. Selain itu, peran amil sebagai eksekutor di lapangan sangat menentukan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Perbedaan penghimpunan antar kecamatan banyak faktor, berupa faktor history tentang keberadaan Muhammadiyah sendiri, warga Muhammadiyah dalam setiap kecamatan, amil, simpatisan Muhammadiyah, hingga cara edukasi yang diberikan,” kata Rizki. Sinergi yang kuat ini menciptakan ekosistem filantropi yang sehat di Kabupaten Sragen.

Distribusi Dana dan Target Penerima Manfaat
Dari jumlah penghimpunan yang terkumpul, Lazismu Sragen telah merealisasikan penyaluran Ramadhan sebesar Rp4,5 Miliar. Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebut sudah dialokasikan secara spesifik sesuai dengan asnaf dan syariat Islam yang berlaku. Meskipun angka donasi belum sepenuhnya tetap, lembaga ini memproyeksikan kenaikan jumlah penerima manfaat.
“Target penerima manfaat diprioritaskan kepada dhuafa, dan anak yatim,” jelas Rizki terkait rencana distribusi dana tersebut. Mekanisme penyaluran dilakukan melalui dua skema utama, yakni sistem pengajuan langsung dari kondisi masyarakat yang perlu dibantu dan desain program mandiri berupa Kampung Berkemajuan.
Strategi Ritel dan Modernisasi Digital
Hingga saat ini, porsi penghimpunan terbesar masih berasal dari sektor ritel masyarakat lokal di Sragen. Namun, Lazismu Sragen terus mengembangkan donasi secara online karena terbukti cukup membantu efisiensi penghimpunan. Integrasi berbagai kanal ini didukung oleh sistem manajerial yang memiliki aturan jelas dan SOP yang tersistem.
Untuk menjaga akuntabilitas, Lazismu Sragen menerapkan tiga lapis audit, mulai dari audit internal, audit LPPK Muhammadiyah, hingga audit eksternal. Transparansi laporan hasil penghimpunan juga disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media sosial, majalah, dan situs resmi lembaga.
Baca juga artikel:
Capaian Fantastis Ramadan 1447 H, Lazismu Jawa Tengah Sukses Himpun Dana Umat Rp92 Miliar
Strategi Lazismu Sragen Pastikan Penyaluran Kado Ramadan Tepat Sasaran