Manfaat Dam Haji di Tanah Air: Jemaah Sragen Alihkan Sembelihan ke Indonesia demi Atasi Kemiskinan

hewan dam

SRAGEN – Optimalisasi dampak sosial menjadi alasan utama jemaah haji asal Kabupaten Sragen sepakat mengalihkan pelaksanaan Dam haji di tanah air pada musim haji kali ini. Melalui program kerja sama KBIHU dan Lazismu Sragen, distribusi daging hasil denda haji Tamattu’ ini sengaja difokuskan untuk membantu ketahanan pangan masyarakat miskin di dalam negeri.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Lembaga tersebut menyarankan agar jemaah haji Tamattu’ mengelola dan menyembelih hewan Dam di tanah air saja. Oleh karena itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Sragen segera menggandeng Lazismu Sragen untuk merealisasikan program ini.

Kolaborasi ini memanfaatkan rekam jejak Lazismu yang dinilai berpengalaman dalam tata kelola kurban. Setelah melalui empat kali diskusi intensif, jemaah haji Sragen akhirnya sepakat melaksanakan pembayaran Dam haji di tanah air.

Sinergi Lokal Sediakan Hewan Dam

Untuk menyukseskan program, Lazismu Sragen memperluas kemitraan dengan menggandeng sejumlah institusi lokal. Jaringan tersebut meliputi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), SMA Trensain Sragen, dan SMP Muhammadiyah 4 Sukodono. Menariknya, sekolah-sekolah ini memiliki basis peternakan kambing mandiri yang siap memasok kebutuhan jemaah.

“Mitra-mitra tersebut bertugas atau memiliki peran mencari hewan, mencari tempat penyembelihan, melaksanakan penyembelihan, melaksanakan packing dan distribusi,” ujar Sapto, Kepala Divisi Program Lazismu Sragen.

Namun, mitra peternakan tidak berjalan sendiri dalam menyalurkan daging. Mereka berkolaborasi erat dengan Kantor Layanan (KL) Lazismu yang tersebar di setiap kecamatan agar proses distribusi daging Dam berjalan optimal.

Transparansi Dana dan Kesiapan Operasional

Saat ini, Lazismu Sragen telah merampungkan sejumlah tahapan krusial. Pihak lembaga sudah mentransfer dana ke mitra pengelola hewan, serta mencetak plastik dan MMT kebutuhan pelaksanaan. Sementara itu, mitra di lapangan juga telah menyediakan hewan yang lolos kriteria syariat.

Proses penyembelihan rencananya akan berpusat di tiga lokasi, yaitu Kecamatan Sukodono, Sambungmacan, dan Karangmalang. Agenda ini bakal berlangsung pada hari Jumat, atau dua hari setelah Hari Raya Iduladha.

“Untuk waktu sekarang sudah tinggal menunggu penyembelihan dari mitra,” kata Sapto menambahkan.

Distribusi Daging Sasar Wilayah 3T

Demi menjaga akuntabilitas, Lazismu Sragen kini tengah menyiapkan tim pengawas khusus. Tim ini bertugas mencetak data jemaah, memberi penomoran pada hewan, serta mendokumentasikan seluruh proses penyembelihan dan distribusi.

Melalui pengelolaan yang profesional, pemanfaatan dana ibadah ini diharapkan bisa jauh lebih maksimal untuk masyarakat Indonesia. Khususnya, bagi warga kurang mampu yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Harapannya karena ini kolaborasi pertama kali dengan Lazismu Sragen, harapnya dapat berjalan dengan lancar, bisa memberikan keberkahan dan kepuasan terhadap pelayanan kepada jamaah haji,” pungkas Sapto.

Baca Juga Artikel

Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Tentang Pengalihan Penyembelihan DAM ke Tanah Air

Langkah Progresif, Fatwa Dam Muhammadiyah Bolehkan Sembelih Hewan Haji di Luar Makkah

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter