SRAGEN — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mu’ti memuji kesigapan Jaringan Muhammadiyah dan Lazismu Sragen yang langsung mengucurkan dana pemulihan saat dirinya meninjau langsung puing reruntuhan MTS Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Minggu kemarin. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Abdul Mu’ti, mengapresiasi tinggi gerakan taktis ini saat meninjau lokasi musibah. Meskipun secara struktural madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama, Kemendikbud tetap menyalurkan bantuan dana darurat sebesar Rp200 juta. Langkah ini diambil untuk mengamankan operasional Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada dalam satu kompleks dengan bangunan yang runtuh tersebut.
“Menteri menyarankan agar bantuan itu diterima dan digunakan sebaik-baiknya,” ujar Ketua PCM Sambungmacan, Agus Anwar Rosyidi. Oleh karena itu, pihak sekolah kini tengah mematangkan proposal tindak lanjut untuk diajukan ke Kemendikbud.
Alokasi Dana Taktis Lazismu Sekolah Roboh
Sementara itu, Kementerian PUPR telah bergerak di lapangan untuk mengambil alih pembangunan total tiga ruang kelas yang roboh. Sejalan dengan hal tersebut, Jaringan Muhammadiyah Lazismu Sragen bersama jajaran wilayah dan pusat mulai menyalurkan dana taktis lazismu sekolah roboh. Dana yang terhimpun melalui Dikdasmen ini akan menjadi modal utama untuk melengkapi seluruh sarana dan prasarana yang tumbuhan.
Pihak Muhammadiyah memastikan bahwa pemulihan MTS Muhammadiyah Sambungmacan tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga psikis. “Peran Muhammadiyah sampai saat ini, yang pertama adalah recovery dari korban,” ujar Agus Anwar Rosyidi menjelaskan fokus penanganan awal pasca-musibah. Melalui koordinasi yang solid, santunan dan pendampingan bagi para siswa serta guru korban luka terus berjalan secara berkala.
Pemulihan MTS Muhammadiyah Sambungmacan
Setelah seluruh infrastruktur fisik kembali stabil, Dikdasmen Muhammadiyah akan segera melaksanakan program branding ulang sekolah. Rencana besar ini mencakup pembinaan intensif serta pelatihan berkala bagi para guru di kompleks tersebut. Langkah tersebut diambil demi mendongkrak kembali mutu keterampilan dan gairah mengajar para pendidik.
Kompleks Buluboto ke depan diproyeksikan menjadi sentral pendidikan unggulan di wilayah Sambungmacan. Terlebih lagi, masyarakat setempat sangat mengharapkan adanya perbaikan akses jalan dari pemerintah daerah untuk mendukung aktivitas madrasah. Melalui kolaborasi semacam ini, bantuan dikdasmen Muhammadiyah diharapkan mampu membangkitkan kembali sekolah ini dengan standar yang jauh lebih aman dan memadai
Baca juga artikel terkait:
Mendikdasmen Tinjau MTsM Ambruk di Sragen, Ini Rencana Besarnya