Krisis Air Bersih Sragen Meluas, 64 KK di Tangen Kesulitan Air dan Lumpuh Pertanian

kekeringan

Sebanyak 64 Kepala Keluarga (KK) warga di Gondang, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen mengalami krisis air bersih parah akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan terakhir.

Krisis air bersih ini melumpuhkan berbagai aktivitas rutin warga desa, terutama para petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Masyarakat setempat mulai mengalami kesulitan parah dalam memenuhi kebutuhan pasokan air harian. Oleh karena itu, bantuan air bersih kini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.

Warga mengungkapkan bahwa bencana kemarau ini selalu menjadi masalah tahunan yang terus berulang. Dampak kekeringan Sragen tahun ini bahkan terasa kian menyulitkan kehidupan ekonomi masyarakat.

“Usually water runs dry in November and December. People find it very difficult when there is no water, especially for farming activities,” ujar salah seorang warga terdampak kekeringan di Desa Galeh.

penyaluran bantuan

Penyaluran Bantuan Air dan Bahan Pangan

Melihat kondisi darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari SPPG Tangkil, Sako Group, Lazismu, MDMC, dan Geprek Group bergerak cepat menyalurkan bantuan. Relawan menerjunkan dua truk tangki air bersih yang didistribusikan langsung ke empat titik penampungan warga.

Selain pasokan air, tim relawan juga membagikan paket bahan pangan segar berupa sayuran, rendang, dan telur gratis. Bantuan pangan ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh warga di tengah krisis yang berkepanjangan.

“Alhamdulillah, kegiatan penyaluran bantuan berupa lauk hewani, sayur, dan air bersih untuk daerah kekeringan ini berjalan lancar. Kami berharap pihak terkait terus menyalurkan kebaikan ini,” ujar perwakilan dari Geprek Group.

Tantangan Medan dan Komitmen Bantuan Berkelanjutan

Proses distribusi bantuan ke kawasan Tangen membutuhkan perjuangan ekstra dari para relawan. Jalur transportasi menuju titik lokasi kekeringan tergolong lumayan ekstrem dengan kontur jalan yang curam serta berisiko. Bahkan, armada truk tangki sempat menyenggol bahu jalan dan nyaris terperosok sebelum akhirnya warga bergotong royong membantu.

“Daerah ini dulu jalannya cukup ekstrem. Namun saat ini jalannya sudah cukup bagus sehingga mobil bantuan bisa lewat, walau tetap terasa mengerikan,” ujar Kepala Layanan Lazismu Tangen.

Pihak penanggulangan bencana berjanji akan terus memantau daftar daerah kekeringan Jawa Tengah, khususnya wilayah pelosok Sragen. Kolaborasi antarlembaga ini menjadi langkah awal untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan rutin selama musim kemarau.

“Tahun ini kami membuka penyaluran air pertama untuk mengatasi kekeringan di sini. Semoga ke depannya penyaluran ini bisa rutin menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar perwakilan MDMC.

Baca Artikel Terbaru :

Lazismu Sragen Bantuan Mustahik Korban PHK Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter