Sebanyak 500 unit galon bekas disulap menjadi media pengangkut air bersih efektif guna mengatasi krisis kekeringan di wilayah Kabupaten Sragen. MDMC menyalurkan bantuan air bersih tersebut secara berkelanjutan bersama dukungan CSR PLN dan armada PMI Sragen.
Penggunaan galon bekas ini murni menjadi media angkut yang praktis bagi warga dari titik dropping ke rumah masing-masing. Langkah inovatif ini diambil karena wadah ember dinilai kurang efisien dan rawan tumpah saat menempuh jarak jauh. Selain itu, harga dirigen di pasaran relatif mahal sehingga alokasi dana donasi lebih difokuskan untuk pembelian air bersih.
Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah tersebut juga menegaskan bahwa air yang disalurkan adalah air bersih untuk kebutuhan harian, bukan air minum siap saji. Oleh karena itu, faktor kebersihan dan kelayakan galon tetap melewati proses penyaringan yang ketat sebelum digunakan.
“Untuk higiene penggunaan galon sendiri analoginya bahwa yang dibagi adalah air bersih bukan air minum yang nantinya masih melalui proses pemasakan. Donasi galon yang diberikan selalu dipilah yang sekiranya memenuhi syarat tidak bau atau tidak bekas zat kimia,” tegas perwakilan MDMC Jawa Tengah.

Solusi Efektif Menghemat Tenaga Warga
Inovasi distribusi air bersih galon bekas Sragen ini terbukti memberikan dampak langsung pada efisiensi tenaga masyarakat terdampak. Sebab, jarak antara lokasi dropping atau tandon air penampungan sementara menuju pemukiman warga sering kali cukup jauh.
Melalui skema ini, setiap kepala keluarga bisa membawa hingga empat galon sekaligus atau setara dengan 100 liter air dalam sekali jalan. Sebaliknya, warga harus bolak-balik berulang kali jika hanya mengandalkan wadah ember konvensional.
Hingga saat ini, gerakan penggalangan swadaya tersebut telah berhasil mengumpulkan sekitar 500 galon bekas dari masyarakat dan jaringan relawan Persyarikatan. MDMC mencatat respons publik sangat positif terhadap kampanye kemanusiaan ini.
Sinergi CSR dan Penanganan Darurat
Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Sragen juga mendapat dukungan penuh dari program CSR instansi BUMN seperti PLN. Dalam kerja sama ini, PLN mengalokasikan bantuan hingga 120 ribu liter air bersih yang difokuskan untuk wilayah terdampak kekeringan di Sragen.
Selain itu, relawan di lapangan menjalin kerja sama strategis dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen untuk urusan armada penampungan. Sinergi ini dinilai efisien karena PMI menyediakan armada truk tangki dengan biaya operasional yang lebih terjangkau.
“Penggunaan galon sendiri dirasa efektif karena banyak galon yang menumpuk serta mudah ditemui. Ke depan, kami juga berharap ada program mitigasi jangka panjang seperti penanaman pohon keras dan pembuatan sumur resapan agar krisis kekeringan ini berkurang setiap tahunnya,” pungkas anggota MDMC Jawa Tengah
Baca Artikel Terkait:
Lazismu PKU Muhammadiyah Sragen Salurkan 49 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Kekeringan Sragen 2026 Memperhatinkan, 113 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 5 Kecamatan