Sambut Milad ke-114, Muhammadiyah Sragen Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Green Village dan Target 50.000 Pohon Kelengkeng Tertanam

foto green village

Rangkaian Milad Muhammadiyah ke-114 di Kabupaten Sragen tahun ini diwarnai langkah nyata penguatan ketahanan pangan dan ekonomi umat, salah satunya melalui pengembangan kawasan Green Village dengan target penanaman 50.000 bibit kelengkeng dan panen raya.

Mengubah Perayaan Menjadi Aksi Nyata Ekonomi Umat

Peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 di Kabupaten Sragen menghadirkan terobosan berbeda. Alih-alih menggelar kegiatan seremonial besar, PDM Muhammadiyah Sragen mengarahkan energinya pada program pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui program Green Village. Program ini mematok target penanaman 50.000 bibit pohon kelengkeng hingga tahun 2027 mendatang.

Peran Strategis Lazismu dan Target Ketahanan Pangan

Dalam pelaksanaannya, Lazismu Sragen memegang amanah penting sebagai motor penggerak pendanaan sekaligus pemasaran program. Mereka telah berkomunikasi dengan 74 calon mitra, sponsor, dan donatur untuk menyukseskan rangkaian acara.

“Lazismu diamanahi dua hal, yaitu penghimpunan dana milad dan pengelolaan program Green Village,” ujar Manager Lazismu Sragen.

Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan membentuk Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) unggulan berbasis ketahanan pangan. Lokasi pengembangan tersebar di beberapa titik, seperti Ngijo Karangmalang dan Kedawung, di mana sebagian lahan menggunakan tanah wakaf produktif yang dikelola secara profesional.

Panen Raya dan Varietas Unggul Kelengkeng Sragen

Rangkaian acara puncak milad pada 29 November 2026 dirangkai dengan agenda panen raya semangka dan penanaman ribuan bibit kelengkeng. Panitia bahkan merencanakan kehadiran Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir, untuk meresmikan kegiatan tersebut.

“Kelengkeng yang dikembangkan diharapkan menjadi varietas unggulan yang memiliki karakter daging buah tebal, tidak terlalu berair, serta biji kecil dengan sebutan Kelengkeng Khas Sragen,” demikian keterangan resmi ketua panitia milad.

Melalui program kolaboratif ini, Muhammadiyah dan Lazismu Sragen optimistis dapat mendongkrak kepercayaan masyarakat. Selain itu, inisiatif ini sekaligus menjadikan ranting-ranting binaan sebagai cikal bakal desa wisata yang mandiri secara ekonomi di Kabupaten Sragen.

Baca artikel terbaru

Raih LAZ Mitra Terbaik 2026, Lazismu Buktikan Kepercayaan Muzaki Makin Kuat

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter