Relawan dari berbagai elemen mengikuti pelatihan water rescue yang diinisiasi oleh MDMC dan didukung penuh oleh Lazismu Sragen untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan keahlian teknis dalam menghadapi ancaman banjir di wilayah Sragen. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada 30 oktober 2026 dan 1 november 2026.
Sinergi kuat lintas kelembagaan ini menjadi motor penggerak utama dalam membangun ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana. Dukungan penuh dari lembaga filantropi terbukti mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) relawan secara berkelanjutan.
Peran Strategis Kelembagaan dalam Mitigasi Bencana
Kolaborasi antara MDMC, LAZISMU Sragen, dan LLHPB menghadirkan fondasi yang kokoh bagi penanggulangan darurat di wilayah setempat. Kehadiran berbagai elemen ini memastikan setiap program pengurangan risiko bencana memiliki sokongan logistik dan manajerial yang matang.
“Latar belakang terlaksananya water rescue ini karena di Sragen terdapat dua potensi kebencanaan, yaitu kekeringan di musim kemarau dan potensi banjir di musim hujan,” ujar Habib selaku Bidang Pemberdayaan SDM MDMC Sragen.
Melalui momentum pancaroba ini, para relawan menyadari urgensi peningkatan kapasitas guna mengantisipasi ancaman hidrometeorologi secara optimal. Langkah antisipatif tersebut mencakup penyatuan pemahaman serta penataan garis komando agar penanganan di lapangan berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Standar Pelatihan Ketat dan Manfaat Nyata bagi Relawan
Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Waduk Kedungombo ini dirancang secara komprehensif melalui pembagian materi ruang dan praktik lapangan. Sebelum terjun ke area perairan, panitia menerapkan prosedur skrining kesehatan yang ketat untuk memastikan kesiapan fisik seluruh peserta.
“Sebagai peserta, kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi yang belum pernah melakukannya karena menjadi hal yang sangat berguna jika terjadi bencana,” ujar Ilham selaku peserta pelatihan.
Para peserta mendalami materi manajerial dan medical first responder pada sesi malam hari, sebelum melanjutkan latihan teknis berupa olah gerak perahu serta teknik berenang di keesokan harinya. Sinergi yang terjalin melalui program kolaboratif ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan serta melahirkan kader-kader kemanusiaan yang tangguh di Kabupaten Sragen.

Baca artikel terbaru kami
Harumkan Kampus, Penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu Bawa Solusi Literasi Digital ke GEN-SDGs 2026