Bukan Sekadar Pulang Kampung: Misi Menjadi Duta Ziswaf Santri Trensains di Masa Liburan

pesantren trensains

Program penghimpunan dana berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang dilaksanakan Pesantren Trensains merupakan bagian dari strategi besar penguatan lembaga sekaligus pemberdayaan warga pondok. Program ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama. Pertama, Trensains sejak awal berdiri merupakan mega project pendidikan yang pembangunannya mengandalkan instrumen Ziswaf, terutama untuk pembebasan lahan seluas empat hektar dan pembangunan gedung pesantren. Kedua, adanya komitmen untuk memberdayakan asatidz, santri, dan wali santri agar memiliki kesadaran dan budaya kedermawanan yang berkelanjutan.

Program penghimpunan ini dilaksanakan di lingkungan Pesantren Trensains dan melibatkan santri sebagai ujung tombak. Santri dibekali edukasi Ziswaf secara terstruktur, khususnya mengenai wakaf, sebelum diterjunkan ke lapangan. “Ziswaf di Trensains bukan sekadar program, tetapi sudah menjadi budaya dan gaya hidup warga pesantren,” demikian penjelasan pengelola program.

Pelaksanaan penghimpunan dilakukan saat santri menjalani masa liburan, seperti libur semester, kenaikan kelas, dan hari besar keagamaan. Liburan yang biasanya hanya diisi dengan aktivitas keluarga, kini dimaknai lebih produktif. Santri Trensains diberi penugasan untuk menjadi duta Ziswaf di lingkungan keluarga dan kerabat masing-masing. Mereka dibekali surat tugas resmi, proposal program, kuitansi, serta pemahaman akad donasi baik secara lisan maupun tertulis. Seluruh hasil penghimpunan kemudian dilaporkan kepada Eksekutif Lazismu secara transparan.

Selain bertujuan menghimpun dana pembangunan pesantren, program ini juga menjadi sarana edukasi dan dakwah. Melalui peran santri, masyarakat diperkenalkan lebih dekat dengan Trensains, mulai dari karakter pendidikan, prestasi, hingga kehidupan di pondok. “Santri tidak hanya menyampaikan ajakan wakaf, tetapi juga menjelaskan bahwa wakaf adalah ibadah dengan pahala yang terus mengalir hingga akhir zaman,” ujar salah satu pendamping kegiatan.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh santri. Mereka menjadi lebih percaya diri, terampil dalam presentasi, negosiasi, dan public speaking. Keterampilan tersebut menumbuhkan benih-benih kewirausahaan sekaligus rasa memiliki terhadap pesantren dan Persyarikatan Muhammadiyah. Bagi pesantren, kegiatan ini menjadi penguat basis internal penghimpunan dana dan sarana edukasi berkelanjutan bagi wali santri dan masyarakat.

Ke depan, Trensains berharap santri tidak hanya unggul dalam ilmu sains dan kealaman, tetapi juga menjadi duta Ziswaf yang mampu mengajak masyarakat untuk berinfak, bersedekah, berzakat, dan berwakaf. Dengan demikian, santri hari ini diharapkan kelak tumbuh menjadi donatur dan penggerak amal saleh di masa depan.

Baca artikel terbaru dari SMA Trensains Sragen

Baca artikel terbaru Lazismu Sragen

Tinggalkan komentar

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter