Bantuan Bencana NTT: Muhammadiyah Jateng Alokasikan Dana Bantuan Gempa NTT Muhammadiyah Rp285 Juta

bantuan lazismu

SEMARANG — Guna memenuhi kebutuhan mendesak penyintas bencana di Flores, LRB PWM Jawa Tengah menggelontorkan Dana Bantuan Gempa NTT Muhammadiyah mencapai Rp285 juta beserta armada penembus jalur darat.

Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LRB PWM) Jawa Tengah memberangkatkan tim tanggap darurat dalam dua gelombang operasional. Penanganan Gempa NTT ini menyedot dana ratusan juta rupiah untuk menjamin kebutuhan logistik dan medis para penyintas.

Pada gelombang pertama, tim Emergency Medical Team (EMT) medis menerjunkan lima personel melalui jalur udara menuju Manggarai Timur. Operasi awal ini membawa alokasi dana darurat sebesar Rp110 juta. Tim medis tersebut langsung bertugas mengobati warga di Puskesmas Dampek.

“Tim 1 memberangkatkan 5 orang pada 24 Agustus, 4 medis 1 media, perjalanan udara dari Surabaya menuju Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, dengan menyalurkan Rp110 juta,” ujar Istanto, Ketua LRB PWM Jawa Tengah.

Penguatan Armada dan Logistik Darat

Muhammadiyah Jawa Tengah kemudian memperkuat penetrasi lapangan melalui pemberangkatan gelombang kedua pada 8 September 2026. Sebanyak 10 relawan non-medis menempuh perjalanan darat dengan dukungan armada satu unit ambulans dan satu mobil rescue. Oleh karena itu, anggaran operasional ditambah sebesar Rp175 juta untuk memperlancar distribusi.

“Tanggal 8 September berangkat 10 orang terdiri dari tenaga non-medis melalui perjalanan darat dengan budget Rp175 juta,” ujar Istanto.

Selain alokasi dana tunai, konsolidasi logistik relawan Muhammadiyah juga menyasar pemenuhan barang natura secara masif. Pengiriman logistik ini melibatkan jaringan Muhammadiyah di daerah-daerah. Karena itu, bantuan pakaian, makanan, dan obat-obatan dapat terkumpul dengan cepat.

Pengawasan Ketat dan Fokus Bencana

Sebagai bentuk transisi bantuan, bantuan medis Muhammadiyah mengirim medical kit khusus untuk posko bencana Flores. Pihaknya memastikan pengawasan alokasi bantuan agar tetap akuntabel dan tepat sasaran di lokasi bencana. Sementara itu, seluruh elemen relawan terus berkoordinasi dengan pengurus serta fasilitas kesehatan setempat.

Langkah taktis ini menegaskan komitmen penanganan bencana secara berkesinambungan. Meskipun bencana melanda berbagai wilayah tanah air, Muhammadiyah Jawa Tengah memilih untuk memusatkan sumber daya pada prioritas utama.

“Sementara baru fokus ke Bencana Nasional, yaitu NTT dan El Nino,” ujar Istanto

Baca artikel lainnya:

Respons Gempa NTT, Muhammadiyah Jateng Kirim Tim MDMC dan Emergency Medical Team ke Flores

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter