Kekeringan Sragen 2026 Memperhatinkan, 113 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 5 Kecamatan

foto kekeringan

SRAGEN — Sebanyak 644 keluarga di lima kecamatan Kabupaten Sragen menerima bantuan 113.250 liter air bersih akibat krisis kekeringan yang meluas hingga pertengahan September 2026.

Berdasarkan data laporan kegiatan, penyaluran bantuan air bersih ini telah menjangkau ribuan warga yang tersebar di lima kecamatan terdampak. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tangen, Gesi, Jenar, Tanon, dan Mondokan. Oleh karena itu, tim relawan terus memperluas jangkauan ke titik-titik krisis.

Secara keseluruhan, akumulasi bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai volume 113.250 liter. Selain itu, relawan mendistribusikan 84 galon air minum siap konsumsi untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Total penerima manfaat dari aksi sosial ini mencakup 644 keluarga.

Daftar Wilayah Terdampak Parah

Kecamatan Jenar dan Tangen menjadi kawasan yang mengalami krisis air paling menonjol. Di Kecamatan Jenar, tim menyalurkan sebanyak 41.250 liter air bersih ditambah 84 galon air minum untuk 133 keluarga. Sementara itu, wilayah Kecamatan Tangen menerima pasokan sebanyak 32.000 liter air bersih bagi 204 keluarga.

“Pengurangan risiko bencana kami lakukan dalam bentuk distribusi air bersih secara langsung ke pemukiman warga,” ujar Perwakilan Tim MDMC Sragen, Bagus Rakhmanto. Selanjutnya, ia menambahkan bahwa armada siap bergerak kapan saja.

Di Kecamatan Gesi, bantuan menyasar Desa Poleng dengan total volume 16.000 liter air untuk 122 keluarga. Kemudian, wilayah Mondokan dan Tanon masing-masing menerima pasokan 16.000 liter dan 8.000 liter air bersih. Dampak kekeringan Sragen 2026 ini memang sangat dirasakan warga.

Sinergi Distribusi Air Bersih Sragen

Proses penyaluran bantuan ini berjalan lancar berkat kolaborasi lintas organisasi. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)-MDMC Sragen bekerjasama erat dengan Lazismu Kabupaten Sragen serta aparat Babinsa setempat. Oleh sebab itu, armada ambulans dan pick-up operasional terus dikerahkan mengangkut pasokan air.

“Kegiatan dropping air dan distribusi galon di lapangan berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujar Koordinator Lapangan MDMC Sragen, Andika Fery.

Meskipun demikian, pasokan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Oleh karena itu, MDMC bersama Lazismu Sragen terus membuka kesempatan bagi publik untuk menyalurkan bantuan. Harapannya, aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban warga di tengah krisis air bersih Sragen.

foto tasyaruf air

Baca artikel terbaru kami:

Bantuan Bencana NTT: Muhammadiyah Jateng Alokasikan Dana Bantuan Gempa NTT Muhammadiyah Rp285 Juta

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter