Lazismu Jawa Tengah Optimis Himpun Rp400 Miliar pada Momentum Ramadhan dan Qurban untuk Pengentasan Kemiskinan

rakorsus 2026

SRAGEN – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah optimis menetapkan target penghimpunan pada tahun 2026. Dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Ramadhan dan Kurban 1447 H yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (7/2), Lazismu Jateng mematok target himpun Rp400 miliar tahun 2026 guna mengakselerasi pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dan Idul Adha (Kurban) menjadi pilar utama dalam mencapai target tersebut. Dari total target tahunan, Lazismu memproyeksikan penghimpunan sebesar Rp95 miliar selama bulan Ramadhan dan Rp97 miliar melalui program kurban.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk inklusivitas lembaga. Kami fokus pada dua jalur utama, yakni aksesibilitas melalui pengembangan kantor layanan hingga tingkat ranting, serta literasi dakwah zakat yang masif,” ujar Dwi dalam sambutannya.

rakorsus 2026

Zakat yang Berdampak Nyata

Senada dengan visi tersebut, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menekankan bahwa pengelolaan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) harus memiliki dampak jangka panjang (beyond charity). Menurutnya, Lazismu harus hadir sebagai solusi fundamental atas persoalan kemiskinan dan pendidikan.

“Filosofi Muhammadiyah adalah ta’awun atau saling menolong. Dana yang terhimpun akan disalurkan melalui program-program produktif yang mampu mengangkat derajat para mustahik menjadi muzaki,” tegas Prof. Sofyan.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.I.P., M.A., yang hadir sebagai tuan rumah, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Lazismu selama ini. Di Kabupaten Sragen sendiri, Lazismu telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program sosial, termasuk renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu dan penyandang disabilitas.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran Lazismu sangat membantu dalam membedah persoalan sosial di akar rumput. Potensi zakat kita sangat besar, jika dikelola dengan profesional seperti ini, pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah akan lebih cepat terwujud,” kata Bupati Sigit.

rakorsus 2026

Baca Artikel Terkait Rakorsus 2026

Menjaga Kepercayaan Publik

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik (public trust). Ia menyebutkan bahwa Lazismu Jawa Tengah merupakan penopang utama penghimpunan nasional. Oleh karena itu, persiapan audit syariah dan pemeliharaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus tetap menjadi prioritas utama lembaga.

Rakorsus yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan Lazismu dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain menetapkan target finansial, acara ini juga merumuskan strategi safari dakwah, termasuk rencana menghadirkan syekh dari Palestina untuk memperkuat syiar kemanusiaan di Jawa Tengah.

Dengan semangat profesionalitas dan transparansi, Lazismu Jawa Tengah optimistis bahwa zakat, infak, dan sedekah akan menjadi mesin penggerak utama dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan membahagiakan sesama.

Program Ramadhan Lazismu Sragen

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter