SRAGEN — Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban pemutusan hubungan kerja, Lazismu Karangmalang bersama perangkat desa setempat menyerahkan bantuan ternak kambing dan dana operasional untuk menopang kebutuhan keluarga Riawan di Desa Kroyo.
Pemberian bantuan ini difokuskan untuk mengatasi dua persoalan sekaligus, yakni tekanan ekonomi dan gangguan mental yang dialami penerima. Pihak Lazismu meyakini bahwa pendekatan produktif dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat.
“Berdasarkan rekomendasi dan diskusi bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan masyarakat sekitar, kami menyepakati bantuan berupa anak kambing. Hewan ini nantinya dapat menjadi peliharaan yang produktif,” ujar Kepala Kantor Layanan Lazismu Sragen Karangmalang.
Langkah kolaboratif ini diambil setelah meninjau kondisi Riawan yang tidak lagi bekerja akibat PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Kondisi tersebut memicu trauma psikologis yang memengaruhi kehidupan sehari-harinya.
Solusi Pemulihan Ekonomi dan Mental
Oleh karena itu, warga setempat bersama perangkat desa secara aktif mengusulkan program pemulihan berbasis aktivitas produktif. Selain kambing, disalurkan pula dana tunai sebesar Rp500.000 untuk membantu pelunasan tagihan rumah sakit serta kebutuhan dasar sehari-hari.
“Jika hewan ini dipelihara dengan baik, hasilnya tentu dapat membantu kebutuhan ekonomi Bapak Riawan dan keluarga. Harapan kami, kesibukan baru ini juga dapat berkurang dan tertanganinya gangguan mental yang dialami,” kata Kepala Kantor Layanan Lazismu Sragen Karangmalang.
Saat ini, Riawan menanggung beban sebagai kepala keluarga bagi istri dan dua anaknya yang masih menempuh pendidikan sekolah. Kehadiran sinergi antar-lembaga dan warga sekitar ini diharapkan dapat meringankan beban hidup serta mengembalikan fungsi sosial korban PHK secara bertahap.

Baca artikel terbaru kami:
MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Hampir Selesai Dibangun, Lazismu Kucurkan Bantuan Sebesar 50 Juta