Harumkan Kampus, Penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu Bawa Solusi Literasi Digital ke GEN-SDGs 2026

nila pingkan beasiswa sang surya

Nila Pingkan Nauntika, penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu Sragen yang sedang menempuh masa perkuliahan di UMS, membuktikan kualitasnya di kancah nasional dengan menyabet penghargaan Best Presentation pada GEN-SDGs IYC 2026 berkat inovasi pelatihan future skills berbasis jaringan offline.

Nila Pingkan Nauntika, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu Sragen ini meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang GEN-SDGs International Youth Camp (IYC) 2026. Ia sukses memukau dewan juri melalui gagasan inovatif platform edukasi berbasis offline bernama Lentera 3T.

Keberhasilan Nila membuktikan bahwa dukungan beasiswa dari Lazismu Sragen mampu mendorong mahasiswa daerah untuk berinovasi. Melalui inovasi ini, ia berupaya menghadirkan pemenuhan hak belajar digital yang setara bagi anak-anak di kawasan tertinggal. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi mahasiswa UMS berprestasi dalam kancah pengabdian masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Inovasi Lentera 3T untuk Pendidikan Inklusif

Gagasan Lentera 3T lahir dari kepedulian Nila terhadap kesenjangan fasilitas belajar di wilayah pelosok. Menurutnya, pemetaaan akses teknologi tidak boleh berhenti pada penyediaan perangkat fisik belaka. Anak-anak di wilayah perbatasan memerlukan materi pelatihan yang relevan agar mampu bersaing pada masa depan.

Oleh karena itu, Nila merancang platform yang menggabungkan literasi digital, kewirausahaan, dan keterampilan masa depan. Aplikasi ini dapat diakses secara offline, sehingga pelajar tetap bisa belajar meski memiliki keterbatasan koneksi internet. Selain teknologi, ia juga membentuk Program Duta Lentera untuk mendampingi siswa belajar secara langsung di lapangan.

“Melalui Lentera 3T, saya ingin menghadirkan solusi yang menggabungkan literasi digital, kewirausahaan, dan pengembangan future skills dalam satu platform pembelajaran,” ujar Nila Pingkan Nauntika.

Strategi Presentasi dan Dampak Beasiswa

Di hadapan dewan juri GEN-SDGs IYC 2026, Nila tampil meyakinkan bersama timnya. Mereka menekankan penguasaan materi serta komunikasi interaktif daripada sekadar membaca slide presentasi. Pendekatan berbasis pemecahan masalah nyata inilah yang menghantarkan mereka meraih penghargaan Best Presentation.

Sebagai penerima beasiswa Lazismu Sragen, Nila menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan finansial yang ia terima selama menempuh studi. Menurutnya, bantuan tersebut membuka jalan lebar untuk menciptakan karya berdampak luas. Ia berkomitmen memanfaatkannya untuk membantu masyarakat secara berkelanjutan.

“Terimakasih banyak LAZISMU yang sudah memberikan dana beasiswa. Semoga kedepannya semakin bermanfaat. Kalau sudah diberikan kesempatan, mari digunakan dengan sebaik mungkin dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Nila.

Rencana Implementasi di Wilayah Kepulauan

Pascakompetisi, Nila tidak ingin inovasi ini berhenti sebagai gagasan di atas kertas semata. Ia telah menyusun rencana aksi nyata untuk merealisasikan aplikasinya secara bertahap. Kabupaten Sumenep menjadi wilayah prioritas utama, khususnya anak-anak sekolah di daerah kepulauan.

Ia berencana menggandeng pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas lokal dalam uji coba aplikasi tersebut. Langkah awal akan dimulai dari pemetaan kebutuhan belajar siswa di wilayah sasaran. Melalui kolaborasi ini, Nila berharap prestasi mahasiswa 3T dapat menginspirasi anak muda lain untuk terus berkarya.

“Saya percaya bahwa keterbatasan geografis dan infrastruktur tidak seharusnya membatasi kesempatan generasi muda untuk belajar, berkembang, dan berdaya saing,” tegas Nila.

Baca artikel terbaru kami:

Sambut Milad ke-114, Muhammadiyah Sragen Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Green Village dan Target 50.000 Pohon Kelengkeng Tertanam

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter