Wakaf Al Quran Lazismu Sragen Sasar Daerah 3T, Bantu Warga yang Terkendala Biaya

foto tasyaruf wakaf quran

Keterbatasan biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat pedalaman Sragen untuk memperdalam ilmu agama. Melalui koordinasi dengan pihak kecamatan, Lazismu Sragen mendistribusikan puluhan mushaf Al-Qur’an ke sejumlah masjid di wilayah Tangen dan Jenar pada Selasa (23/6/2026).

Warga di wilayah tersebut sebenarnya memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar membaca Al-Qur’an. Namun, faktor ekonomi sering kali menjadi penghambat utama bagi mereka. Membeli mushaf yang layak menjadi hal yang sulit terjangkau bagi sebagian besar masyarakat di sana.

Melihat kondisi tersebut, Lazismu Sragen hadir membawa solusi konkret lewat program pemanfaatan (tasyaruf) Al-Qur’an. Lembaga ini menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah terpencil untuk memfasilitasi kebutuhan spiritual warga.

Menembus Keterbatasan di Daerah 3T

Penyaluran ini menyasar daerah yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Melalui program rutin ini, para donatur dapat menyalurkan amanah mereka secara tepat sasaran. Lazismu Sragen bergerak aktif agar bantuan tersebut langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

“Banyak amanah dari donatur yang ingin berwakaf mushaf Al-Qur’an. Ini menjadi program rutin dari Lazismu yang terus memfasilitasi masyarakat Sragen sekitar,” ujar Kepala Divisi Program Lazismu Sragen, Usamah, saat menjelaskan latar belakang gerakan tersebut.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, lembaga amil zakat ini menempuh jalur birokrasi yang resmi. Mereka berkoordinasi intensif dengan pihak kantor pelayanan kecamatan setempat. Langkah ini mempermudah pemetaan masjid-masjid yang paling membutuhkan mushaf baru.

tasyaruf mushaf quran

Sambutan Positif dan Target Wilayah

Pada fase awal ini, gerakan kemanusiaan tersebut menyasar empat kecamatan sekaligus. Wilayah yang menjadi target utama meliputi Kecamatan Tangen, Jenar, Sambirejo, dan Mondokan. Namun, fokus realisasi pada akhir Juni ini baru menyentuh dua kawasan terpinggir.

“Pada tanggal 23 Juni 2026, terealisasi dua kecamatan yaitu Tangen dan Jenar. Jumlah mushaf yang disalurkan yaitu 28 mushaf di setiap kecamatan,” kata Usamah memberikan rincian data penyaluran.

Masyarakat menyambut kehadiran program ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Keberadaan kitab suci yang baru dan layak terbukti langsung mendongkrak motivasi ibadah warga. Kini, masjid-masjid di daerah 3T Sragen kembali makmur dengan suara lantunan ayat suci.

“Respon masyarakat cukup positif karena masyarakat merasa terbantu. Ketika mendapat mushaf Al-Qur’an yang layak, semangat mengaji lebih banyak,” ucap Usamah menambahkan.

Investasi Pahala yang Terus Mengalir

Program ini tidak menetapkan batasan kaku terkait bentuk donasi dari masyarakat. Donatur bisa menyerahkan barang secara langsung atau menyetor uang tunai. Jika menerima uang, lembaga akan mencetak Al-Qur’an khusus dengan logo resmi organisasi.

Gerakan sosial ini juga membawa misi spiritual yang sangat mendalam bagi semua pihak. Pihak lembaga optimistis bahwa dampak kebaikan dari program ini akan bertahan dalam jangka panjang.

“Wakaf Al-Qur’an ini memiliki kebermanfaatan yang sangat luas dan panjang. Karena setiap Al-Qur’an itu dibaca dan dimanfaatkan dengan baik, maka pahala tersebut akan mengalir,” tutur Usamah menutup penjelasan.

Baca artikel terbaru kami:

Gandeng Satlantas Polres Sragen, Pelatihan Driver Ambulans Lazismu Fokus Benahi Etika Penggunaan Sirine

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter